DPRD Lampung Pastikan Program Bed Dryer Dongkrak Harga Jagung
Bandar Lampung, wartajos.com. Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Fauzi Heri, S.T., S.H., M.H., memastikan program bantuan bed dryer (mesin pengering jagung) dari Pemerintah Provinsi Lampung telah memberikan manfaat nyata bagi petani. Melalui fungsi pengawasan DPRD, Fauzi Heri turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan tersebut dimanfaatkan secara optimal dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hasil peninjauan menunjukkan mesin pengering jagung telah beroperasi dengan baik dan berhasil meningkatkan kualitas hasil panen sekaligus nilai jual jagung petani. Hal tersebut disampaikan Fauzi Heri usai melakukan inspeksi lapangan pada pekan lalu.
Menurut Fauzi Heri, jagung yang baru dipanen umumnya masih memiliki kadar air 35–40 persen sehingga hanya dihargai sekitar Rp4.000–Rp4.500 per kilogram. Setelah dikeringkan menggunakan bed dryer selama kurang lebih 18 jam, kadar air turun menjadi sekitar 14 persen sesuai standar industri pakan ternak. Dengan kualitas yang lebih baik, harga jual jagung meningkat hingga sekitar Rp6.500 per kilogram.
“Petani jangan terus menjual air. Petani harus menjual kualitas. Teknologi pascapanen seperti bed dryer terbukti mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan memberikan keuntungan yang lebih besar bagi petani,” ujar Fauzi Heri.
Ia menjelaskan, kenaikan harga sekitar Rp2.000 per kilogram berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani. Bagi petani yang menghasilkan puluhan ton jagung dalam satu musim panen, tambahan pendapatan dapat mencapai puluhan juta rupiah, sehingga memperkuat kesejahteraan keluarga petani dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Fauzi Heri mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam menghadirkan program bantuan bed dryer di sentra-sentra produksi jagung. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas hasil panen, memperkuat daya saing komoditas jagung Lampung, serta menciptakan nilai tambah yang langsung dirasakan masyarakat.
Komisi II DPRD Provinsi Lampung berkomitmen terus mengawal pelaksanaan program-program yang berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas sektor pertanian, penguatan ekonomi kerakyatan, dan kesejahteraan petani di Provinsi Lampung (HS)